Program UMKM Upgrading yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 8 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur dilakukan dengan metode door to door kepada sejumlah pelaku UMKM di Desa Kembangbahu. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan setiap pelaku usaha sehingga pendampingan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing UMKM.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara mengenai profil usaha, media promosi, sistem pembayaran, serta kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Salah satu pelaku usaha menyampaikan bahwa transaksi usahanya masih didominasi pembayaran tunai. "Biasanya pembayarannya masih pakai cash karena yang beli kebanyakan tetangga sekitar dan anak-anak. QRIS masih jarang dipakai karena takut ada kendala saat pengambilan uangnya dan prosesnya lebih lama," ujar Ibu Sulis, pelaku UMKM susu kedelai.

Selain itu, Mahasiswa KKN Kelompok 8 UPN "Veteran" Jawa Timur juga memberikan pendampingan berupa pembuatan titik lokasi usaha pada Google Maps. Beberapa pelaku UMKM awalnya mempertanyakan manfaat pencantuman lokasi usahanya di Google Maps.
"Kenapa harus dipasang di Google Maps?" tanya Ibu Sulis bersama beberapa pelaku UMKM lainnya saat proses pendampingan. Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa keberadaan lokasi usaha di Google Maps dapat mempermudah masyarakat menemukan lokasi usaha, meningkatkan visibilitas UMKM, serta memperluas jangkauan calon pelanggan.
Pendampingan juga dilakukan melalui pembuatan desain logo dan kemasan produk. Salah satu UMKM yang menerima pendampingan tersebut adalah usaha susu kedelai milik Ibu Sulis. Pemilik usaha bersedia menggunakan desain logo dan kemasan yang telah dibuat karena dinilai dapat meningkatkan daya tarik produk. Namun, proses pencetakan kemasan belum dapat direalisasikan karena keterbatasan akses terhadap vendor percetakan yang berada di luar desa sehingga membutuhkan waktu dan biaya tambahan.




