
Kelompok KKN 03 Desa Sidomukti, UPN “Veteran” Jawa Timur, menginisiasi program JELITA (Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi) sebagai upaya mendorong masyarakat memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Balai Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, dengan melibatkan 20 ibu-ibu PKK.
Program JELITA mengusung tema “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomis”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya minyak jelantah rumah tangga yang berpotensi menjadi limbah apabila dibuang secara sembarangan. Di sisi lain, minyak bekas penggunaan rumah tangga tersebut masih dapat diolah melalui proses tertentu menjadi produk baru yang memiliki nilai manfaat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemahaman mengenai dampak pembuangan minyak jelantah, tetapi juga memperkenalkan alternatif pemanfaatannya menjadi lilin aromaterapi. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat bahwa limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk yang lebih bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai jual.
Kegiatan dimulai dengan persiapan alat dan bahan workshop, dilanjutkan dengan registrasi peserta dan pembukaan acara. Setelah sambutan dari ketua pelaksana, peserta mendapatkan materi mengenai bahaya limbah minyak jelantah serta manfaat pengolahannya menjadi lilin aromaterapi.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika mahasiswa KKN melakukan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi. Setelah memperoleh penjelasan mengenai tahapan pembuatannya, ibu-ibu PKK kemudian mengikuti sesi praktik secara berkelompok. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan secara langsung mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi dengan didampingi mahasiswa KKN.
Penanggungjawab kegiatan JELITA menyampaikan bahwa program tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengolah minyak jelantah.
“Melalui program JELITA, kami ingin menunjukkan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kami berharap kegiatan praktik ini dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk mengembangkan pemanfaatan limbah rumah tangga secara kreatif dan produktif,” Ucapnya.

Setelah praktik selesai, hasil karya peserta kemudian dinilai, dikemas, dan diberikan label produk. Kegiatan juga dilengkapi dengan pengumuman kelompok terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan keterlibatan peserta selama workshop.
Salah satu pengurus PKK Desa Sidomukti juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut, “Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK, khususnya dalam memanfaatkan minyak jelantah. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan sehingga tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi produk bernilai ekonomis.”
Pelaksanaan JELITA menjadi salah satu bentuk kontribusi Kelompok KKN 03 Desa Sidomukti dalam mendorong kreativitas masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan kegiatan yang aplikatif dan memberikan pengalaman langsung bagi warga.
Melalui program tersebut, Kelompok KKN 03 berharap pemanfaatan minyak jelantah tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Sidomukti. Lilin aromaterapi yang dihasilkan diharapkan menjadi langkah awal bagi munculnya berbagai inovasi pengolahan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat.




