Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lamongan Kelompok 14Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengadakan sosialisasi bertema “Pemanfaatan Galon Composting & Alat Pencacah Sampah untuk Pengolahan Sampah” di MI Muhammadiyah 01 Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi kompos sekaligus memperkenalkan metode Galon Composting yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI beserta perwakilan IKWAM (Ikatan Wali Murid). Keterlibatan orang tua dalam sosialisasi ini menjadi salah satu strategi untuk memperluas dampak edukasi, sehingga kebiasaan mengelola sampah organik tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dibawa ke lingkungan keluarga. Melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan mahasiswa KKN, diharapkan terbentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Sosialisasi diawali dengan pemberian materi mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya. dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah yaitu organik dan anorganik, serta cara penanganannya agar sampah tidak tercampur dan dapat dimanfaatkan kembali. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa sampah organik dapat diolah menjadi kompos.

Setelah memahami pemilahan sampah, peserta diperkenalkan dengan metode Galon Composting, yaitu metode sederhana untuk mengolah sampah organik menggunakan media wadah galon bekas. sebelumnya, Mahasiswa KKN memberikan materi mengenai pengertian composting, alat komposter, bahan pembantu composting, proses penguraian yang terjadi di dalam galon, serta cara mengetahui bahwa kompos sudah bisa dipanen. Sebagai bentuk implementasi dari sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 14 Desa Lopang mengajak siswa-siswi mempraktikkan secara langsung pembuatan kompos melalui metode galon Composting. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN juga mengenalkan alat pencacah sampah organik yang nantinya akan diserahkan kepada pihak sekolah untuk mendukung pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan dalam pengolahan sampah organik.
Selain pengolahan sampah, mahasiswa KKN juga merekomendasikan pelaksanaan kerja bakti secara rutin sebagai langkah pendukung untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan kerja bakti dapat menjadi sarana bagi siswa dan pihak sekolah untuk membiasakan pemilahan sampah sekaligus mengumpulkan sampah organik yang nantinya dapat diolah melalui metode Galon Composting.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan motto sekolah, yakni Sehat, Berprestasi, dan Qur’ani. Selama ini, pengelolaan sampah di sekolah belum berjalan maksimal dan sampah masih cenderung dibakar. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengolahan yang lebih terarah.
Hal serupa disampaikan Rahma Ismayati, wali murid kelas II MI Muhammadiyah 01 Lopang Lamongan. Ia menilai sosialisasi dan fasilitas yang diberikan mahasiswa KKN membantu sekolah dan wali murid memperoleh gambaran teknis mengenai pengelolaan sampah yang sebelumnya masih terkendala pelaksanaannya. Rahma Ismayati juga berharap kebiasaan mengelola sampah dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pembelajaran mengenai kepedulian lingkungan akan lebih efektif apabila diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 14 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mendorong terbentuknya kebiasaan baru di lingkungan sekolah dengan melakukan pemilahan sampah, praktik Galon Composting, pemanfaatan alat pencacah, hingga kerja bakti rutin diharapkan dapat menjadi langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan sebagai bahan yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. Dari langkah kecil di lingkungan sekolah, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang terbawa hingga ke rumah dan kehidupan sehari-hari.




